Fisioterapi

Fisioterapi
kami disini sharing tentang dunia fisioterapi, kalau ada ilmu baru atau masukan bisa langsung komentar atau email, makasih

Amputasi BAB III


BAB III
LAPORAN STATUS KLINIK
           KEMENTERIAN KESEHATAN RI
    POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV FISIOTERAPI

LAPORAN STATUS KLINIK


NAMA MAHASISWA         : Rr. Bhyanti A. Putri S.
N.I.M.                                     : P 27226012 049
TEMPAT PRAKTIK              : RS. Dr. Soetomo Surabaya ( Gymnasium )
PEMBIMBING                      : Kajad, SST. FT
 


Tanggal Pembuatan Laporan  : 25 Januari 2013
Kondisi/kasus                          : FT B

I.            KETERANGAN UMUM PENDERITA

N a m a               : Sdr. Irfan
Umur                  : 19 Tahun
Jenis Kelamin     : Laki - Laki
Agama                : Islam
Pekerjaan            : Mahasiswa
Alamat               : Asem Rowo III / 38 Surabaya
No. CM              : 12. 191. 013

II.         DATA DATA MEDIS RUMAH SAKIT

Diagnosa Medis :
Above Knee Amputation sinistra


III.     SEGI FISIOTERAPI


A.PEMERIKSAAN SUBYEKTIF



1.   Keluhan Utama Dan Riwayat Penyakit Sekarang
                            
Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 10 januari 2013
K.U :
Nyeri pada daerah insisi dan persiapan menggunakan protesa

Riwayat Penyakit Sekarang :
Pada tanggal 27 oktober 2012 yang lalu pasien mengalami kecelakaan lalulintas di porong saat pasien mengendarai sepeda motor. Setelah kecelakaan pasien sempat tidak sadarkan diri ±5 menit. Lalu pasien sadar. Saat pasien sadar, pasien sempat jalan dan menolong temannya yang sedang jatuh. Pasien lalu dibawa kerumah sakit bhayangkara. Di RS Bhayangkara pasien dioperasi pemasangan pen. Setelah di operasi kaki pasien tidak dapat digerakkan dan ada warna kebiru – biruan di sekitar daerah yang dioperasi tersebut. Lalu pada tanggal 28 oktober 2013 pasien dirujuk ke RSAL , dan pihak RSAL mengatakan ketidak sanggupannya terhadap kasus pasien tersebut. Sehingga pasien di rujuk kembali ke RS Dr. Soetomo Surabaya pada tanggal 30 oktober 2012. Di RS Dr. Soetomo Surabaya pasien di amputasi. Setelah ± 2 minggu setelah operasi pasien mengalami infeksi selama ± 1 minggu. Pada tanggal 27 November 2012 pasien di konsulkan ke Rehab Medik RS. Dr. Soetomo.




2.   Riwayat Keluarga Dan Status Sosial

Penyakit ini tidak ada hubungannya dengan penyakit keluarga tetapi karena adanya trauma atau kecelakaan

3.   Riwayat Penyakit Dahulu dan Penyerta

Pasien belum pernah mengalami sakit seperti yang diderita sekarang

B.  PEMERIKSAAN OBYEKTIF

1.   Pemeriksaan Tanda Vital

GCS : 4, 5, 6
Tekanan darah : 120 / 80 mmHg
Nadi : 97 x / menit
RR : 18 x / menit
Tinggi Badan : 166 cm
Berat Badan : 72 kg
Suhu : 36,50 C

2.    Inspeksi / Observasi

Statis :
Nafas pasien sedikit terengah – engah
Pasien cenderung membungkuk
Adanya Luka insisi

Dinamis :
Pasien datang dengan menggunakan double axillary kruk
Pola jalan pasien menumpu pada kruk dengan kaki kiri amputasi cenderung fleksi


3.    Palpasi
Adanya piting odema pada tungkaiu atas sinistra
Tidak ada atropi

4.    Joint Test

Pemeriksaan Gerak Dasar

Aktif : Pasien dapat menggerakkan anggota geraknya secara aktif, full ROM dan tidak ada rasa nyeri

5.   Muscle Test

Grup Otot
Anggota gerak kanan
Anggota gerak kiri
Fleksor shoulder
5
5
Ekstensor shoulder
5
5
Abduktor shoulder
5
5
Adduktor shoulder
5
5
Eksternal rotator shoulder
5
5
Internal rotator shoulder
5
5
Pronator
5
5
Supinator
5
5
Fleksor elbow
5
5
Ekstensor elbow
5
5
Fleksor wrist
5
5
Ekstensor wrist
5
5
Ulnar deviasi
5
5
Radial deviasi
5
5
Fleksor jari-jari
5
5
Ekstensor jari-jari
5
5
Fleksor hip
5
5
Ekstensor hip
5
5
Abduktor hip
5
5
Adduktor hip
5
5
Eksternal rotator hip
5
-
Internal rotator hip
5
-
Fleksor knee
5
-
Ekstensor knee
5
-
Dorso fleksor ankle
5
-
Plantar fleksor ankle
5
-
Inversi
5
-
Eversi
5
-
Fleksor jari-jari
5
-
Ekstensor jari-jari
5
-

6.   Neurological Test

Pemeriksaan Reflek
1)      Refleks Fisiologi
Refleks Fisiologis
Hasil
Kiri
Kanan
Biceps
+2
+2
Triceps
+2
+2
Patella
+2
-
Achiles
+2
-

7.   Kemampuan Fungsional dan Lingkungan Aktivitas

Kemampuan Fungsional Dasar
Pasien dapat berjalan dengan menggunakan double axillary kruk
Pasien dapat melakukan aktifitas sehari - hari

Aktivitas Fungsional
Masih dibantu orang lain saat BAB.
Lingkungan Aktivitas
Lingkungan di rumah mendukung pasien untuk beraktifitas,
Lingkungan di kampus belum cukup mendukung untuk melakukan kegiatan belajar karena kelas pasien ada beberapa yang berada diatas.

8.   Pemeriksaan Spesifik

Panjang Insisi 20 cm
Panjang Stump : 35 cm

Chest Ekspansion


Inspirasi
Ekspirasi
Axilla
100
95
Papilla Mammae
100
94
Proc. Xypoideus
95
90

Lingkar Stump

Patokan
Dekstra
Sinistra
10 cm dari SIAS
64
66
20 cm dari SIAS
56
58
30 cm dari SIAS
47
49,5

Pemeriksaan Kemampuan Fungsional
Indeks Barthel :
NO
AKTIVITAS
NILAI
PENILAIAN
1.
Makan
10
(0 – 10)
2.
Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur dan sebaliknya, termasuk duduk di tempat tidur.
15
(0 – 15)
3.
Kebersihan diri, mencuci muka, menyisir, mencukur, dan menggosok gigi.
5
(0 – 5)
4.
Aktivitas di toilet (menyemprot, mengelap)
5
(0 – 10)
5.
Mandi
5
(0 – 5)
6.
Berjalan di jalan yang datar (jika tidak mampu berjalan, lakukan dengan kursi roda)
15
(0 – 15)
7.
Naik turun tangga
0
(0 – 10)
8.
Berpakaian termasuk mengenakan sepatu.
10
(0 – 10)
9.
Mengontrol defekasi
10
(0 – 10)
10.
Mengontrol berkemih
10
(0 – 10)

JUMLAH
85
Ketergantungan sedang
Penilaian :
0 – 20              Ketergantungan penuh
21 – 61            Ketergantungan berat (sangat tergantung)
62 – 90            Ketergantungan sedang
91 – 99            Ketergantungan ringan
100                  Mandiri





































C.   UNDERLYING PROCCESS
(CLINICAL REASONING)

Kecelakaan Lalulintas
 
Trauma
 
 







Pemasangan Pen
 
Nikrosis
 
Amputasi
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


 

D.   DIAGNOSIS FISIOTERAPI

1.    Impairment

Nyeri pada tumit saat berjalan terlalu jauh
Potensi penurunan kekuatan otot pada daerah sinistral
oedema

2.   Functional Limitation

Pasien belum dapat naik turun tangga
Pasien masih kesulitan membersihkan diri saat setelah BAB

3.   Disability / Participation restriction

Lingkungan di rumah mendukung pasien untuk beraktifitas,
Lingkungan di kampus belum cukup mendukung untuk melakukan kegiatan belajar karena kelas pasien ada beberapa yang berada diatas.

E.   PROGRAM FISIOTERAPI

1. Tujuan Jangka Panjang

Persiapan menggunakan ortesa
Jalan menggunakan ortesa
Ambulasi dengan baik

2. Tujuan Jangka Pendek

Penguatan stump
Pembentukan stump
Mengurangi nyeri

3.   Teknologi Intervensi Fisioterapi

Aktif Ressisted ROM
Breathing Exc
Berjalan dipararel barr
Penggunaan double axilla kruk


F.   RENCANA EVALUASI

Kekuatan otot
Indeks barthel
Chest ekspansion
Lingkar stump

G.   PROGNOSIS

1.   Quo ad Vitam                   : baik
2.   Quo ad Sanam                  : baik
3.   Quo ad Fungsionam          : baik
4.   Quo ad Cosmeticam         : sedang

H.  PELAKSANAAN TERAPI
 
Latihan Pernafasan
Posisi pasien terlentang di atas tempat tidur, terapis berada di samping pasien. Pasien diminta menarik napas dalam melalui hidung lalu dihembuskan lewat mulut, kedua tangan terapis memegang kedua sisi lateral dada dan pasien diminta untuk mendorong tangan terapis saat inspirasi agar ekspansi thoraks lebih maksimal, diulang 5-6 kali.

Terapi Latihan

Aktif Ressisted ROM
Posisi pasien terlentang di atas tempat tidur dan terapis berada di samping pasien. Terapis memberikan tahanan pada setiap gerakan dari awal sampai akhir dengan kombinasi restretch pada tengah gerakan. 8 kali pengulangan setiap terapi.




Stretching
Posisi pasien tengkurap dan terapis ada di samping pasien. Pasien diminta untuk ekstensi hip. Lalu tangan terapis satu ada di pinggul dan tangan lainnya ada di sepertiga distal. Lalu di ulur atau di stretch semaksimal mungkin.

Penggunaan double axilla kruk
Pasien diminta untuk tidak menumpukan berat badan saat berjalan pada axilla nya

Berjalan di pararel bar
Pasien diminta berdiri di antara pararel bar. Di depan pararel bar terdapat kaca yang gunanya juga untuk mengontrol postur pasien. Lalu pasien diminta untuk berjalan dan pandangan tetap kedepan agar dapat mengontrol posture pasien di depan kaca.

I.   EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

MMT
 


Grup Otot
Anggota gerak kanan
Anggota gerak kiri
Anggota gerak kanan
Anggota gerak kiri
Fleksor shoulder
5
5
5
5
Ekstensor shoulder
5
5
5

5

Abduktor shoulder
5
5
5
5
Adduktor shoulder
5
5
5
5
Eksternal rotator shoulder
5
5
5
5
Internal rotator shoulder
5
5
5
5
Pronator
5
5
5
5
Supinator
5
5
5
5
Fleksor elbow
5
5
5
5
Ekstensor elbow
5
5
5
5
Fleksor wrist
5
5
5
5
Ekstensor wrist
5
5
5
5
Ulnar deviasi
5
5
5
5
Radial deviasi
5
5
5
5
Fleksor jari-jari
5
5
5
5
Ekstensor jari-jari
5
5
5
5
Fleksor hip
5
5
5
5
Ekstensor hip
5
5
5
5
Abduktor hip
5
5
5
5
Adduktor hip
5
5
5
5
Eksternal rotator hip
5
-
5
-
Internal rotator hip
5
-
5
-
Fleksor knee
5
-
5
-
Ekstensor knee
5
-
5
-
Dorso fleksor ankle
5
-
5
-
Plantar fleksor ankle
5
-
5
-
Inversi
5
-
5
-
Eversi
5
-
5
-
Fleksor jari-jari
5
-
5
-
Ekstensor jari-jari
5
-
5
-

Panjang Insisi 20 cm






Lingkar Stump

Patokan
T0
Ta
Dextra
Sinistra
Dextra
Sinistra
10 cm dari SIAS
64
66
64
65
20 cm dari SIAS
56
58
56
57
30 cm dari SIAS
47
49,5
47
48,5






Chest Ekspansion

 



Inspirasi
Ekspirasi
Inspirasi
Ekspirasi
Axilla
100
95
100
95
Papilla Mammae
100
94
100
94
Proc. Xypoideus
95
90
95
90




















Pemeriksaan Kemampuan Fungsional
Indeks Barthel :
NO
AKTIVITAS
NILAI
PENILAIAN
1.
Makan
10
(0 – 10)
2.
Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur dan sebaliknya, termasuk duduk di tempat tidur.
15
(0 – 15)
3.
Kebersihan diri, mencuci muka, menyisir, mencukur, dan menggosok gigi.
5
(0 – 5)
4.
Aktivitas di toilet (menyemprot, mengelap)
10
(0 – 10)
5.
Mandi
5
(0 – 5)
6.
Berjalan di jalan yang datar (jika tidak mampu berjalan, lakukan dengan kursi roda)
15
(0 – 15)
7.
Naik turun tangga
0
(0 – 10)
8.
Berpakaian termasuk mengenakan sepatu.
10
(0 – 10)
9.
Mengontrol defekasi
10
(0 – 10)
10.
Mengontrol berkemih
10
(0 – 10)

JUMLAH
90
Ketergantungan ringan
Penilaian :
0 – 20              Ketergantungan penuh
21 – 61            Ketergantungan berat (sangat tergantung)
62 – 90            Ketergantungan sedang
91 – 99            Ketergantungan ringan
100                  Mandiri






J.   HASIL TERAPI AKHIR


Pasien bernama Sdr. Irfan, 19 tahun dengan above knee amputation sinistra setelah diberi terapi dari tanggal 10 januari – 22 januari 2013 dengan menggunakan modalitas fisioterapi seperti latihan pernafasan, dan terapi latihan, diperoleh hasil kondisi pasien ada peningkatan dalam aktifitas fungsional dan lingkar stumpapabila dibandingkan saat pemeriksaan.
Selanjutnya pasien dianjurkan untuk melanjutkan program fisioterapi secara rutin setiap hari dan tetap latihan dirumah.

Surabaya , 28 Febuari 2013

Mengetahui

           Pembimbing,                                                                              Praktikan



          Kajad, SST. FT                                                            Rr. Bhyanti A. Putri S.
NIP. 19600918 198603 1 012                                                            NIM. P 27226012 049

Catatan Pembimbing: